News

Dalam rangka mempersiapkan peserta didik Tanjung Barat Adventist Academy (TBAA) untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) pada Bulan Mei mendatang, guru-guru dan dewan sekolah mengadakan suatu acara untuk senior class (kelas 6 dan 9) tahun ajaran 2015-2016 yang bertemakan “God Complete My Effort”.

 

Acara yang diadakan pada tanggal 15 – 17 April 2016 di Mega Mendung ini diikuti oleh sebagian besar senior class, beberapa siswa/i yang baru dibaptis, seluruh guru TBAA dan beberapa anggota dewan sekolah. Dihadiri juga oleh tamu-tamu istimewa yakni Direktur Pendidikan Uni Indonesia Kawasan Barat (UIKB), Bapak Parulian Sihotang dan Wakil Direktur Pendidikan Konfrens DKI Jakarta & Sekitarnya, Ibu Beatrix Marbun.

Mengasingkan diri ke tempat yang sejuk, asri, dan jauh dari perkotaan untuk lebih tekun berpuasa dan berdoa merupakan salah satu alasan kami mengadakan kegiatan ini. Jumat 15 April 2016 pukul 13.00 WIB, kami berangkat menuju lokasi penginapan dengan menggunakan 2 bus TNI. Tiba di lokasi pukul 15.30 WIB kemudian seluruh peserta bersiap-siap untuk mengadakan acara Buka Sabat.

Renungan Buka Sabat dibawakan oleh Bapak Parulian Sihotang yang mengajarkan para senior class untuk tekun berdoa dalam tiap hal yang kita inginkan. Kebaktian buka Sabat diakhiri dengan sharing time dimana ada beberapa kelompok yang terdiri dari guru, dewan sekolah, dan senior class yang saling berbagi pengalaman dan mendoakan satu sama lain.

Sabat pagi 16 April 2016, diadakan acara renungan pagi bersama. Firman Tuhan yang dibawakan oleh Saudara Alexander Siringoringo (anggota dewan sekolah) mengingatkan para senior class untuk rendah hati, tidak menganggap rendah orang lain, dan beriman hanya kepada Yesus. Selesai kebaktian renungan pagi, kembali diadakan sharing time dengan kelompok masing-masing.

Jam kebaktian sekolah sabat diisi dengan beberapa kesaksian dari beberapa senior class dan guru. Kebaktian sabat pagi ini juga diisi oleh beberapa narasumber yang telah ditunjuk untuk memberikan motivasi kepada senior class, diantaranya para anggota dewan sekolah seperti Bapak J. Limbong dan Bapak T. Naibaho (Ketua Dewan Sekolah TBAA). Bapak T. Naibaho memberikan motivasi agar para senior class tidak hanya memiliki IQ (Intelligence Quotients) yang baik, tetapi juga memiliki EQ (Emotional Quotients) dan SQ (Spiritual Quotients) yang baik. Sedangkan Bapak J. Limbong memberikan motivasi agar para senior class tetap memiliki usaha untuk mencapai target nilai 10 saat UN nanti. Namun, usaha tersebut harus dibarengi dengan doa dan penyerahan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan. Acara kesaksian dan pemberian motivasi diakhiri dengan doa khusus (doa ACTS) untuk para senior class yang dipimpin oleh anggota dewan sekolah dan Bapak Parulian Sihotang.

Acara dilanjutkan kembali dengan kebaktian khotbah. Sebagai pembicara dalam acara khotbah ini ialah Bapak Parulian Sihotang. Firman yang dibawakan memberikan motivasi kepada senior class untuk tetap tekun meminta dalam doa kepada Allah apa yang menjadi keinginan kita, seperti ilustrasi yang diberikan di dalam Lukas 18:1-8. Mengakhiri kebaktian khotbah, kembali para senior class didoakan secara khusus. Sebelum didoakan, mereka menuliskan apa yang menjadi komitmen dan keinginan mereka sehubungan dengan UN yang akan mereka hadapi. Komitmen-komitmen dan keinginan-keinginan itulah yang didoakan secara khusus oleh Bapak Parulian Sihotang. Tepat pukul 15.00 WIB acara kembali dilanjutkan. Acara ini kembali diisi dengan pemberian motivasi dari para narasumber yaitu saudara Alexander Siringoringo dan Saudara Andrei (guru English conversation TBAA). Kedua narasumber ini memberikan pelajaran yang sama yaitu agar para senior class meminta hikmat dari Tuhan dalam menghadapi UN.

Malam harinya acara dilanjutkan dengan beberapa games. Tidak hanya para senior class yang terlibat dalam games ini, namun semua guru dan juga dewan sekolah ikut meramaikan acara ini.

Usai acara games, diadakan prayer circle dimana seluruh senior class, guru, dan dewan sekolah berdoa bersama untuk kesuksesan siswa dalam UN.

Kegiatan hari Minggu diawali dengan renungan pagi. Ibu Beatrix sebagai pembicara pada pagi itu kembali mengingatkan bahwa manusia memerlukan hikmat dari Tuhan. Juga mengarahkan para senior class untuk selalu menomorsatukan Yesus yang adalah Jalan, dan Kebenaran, dan Hidup. Selesai renungan pagi, kembali sharing time bersama kelompok dan diakhiri dengan doa secara pribadi.

Sebagaimana pepatah yang mengatakan, “di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat”, maka seusai doa pribadi diadakan olahraga bersama berupa senam yang dipimpin oleh Saudari Riris Simbolon (salah satu guru TBAA).

Mengakhiri seluruh kegiatan, Bapak Horasman Nainggolan (dewan sekolah) memberikan tantangan kepada para senior class agar memperoleh hasil terbaik pada saat UN yaitu nilai 10 untuk tiap mata pelajaran.

Kiranya dengan usaha yang sudah dan akan dilakukan oleh para senior class, akan mendapatkan hasil yang diinginkan. Bukan dengan kehebatan para senior class tetapi dengan bantuan Tuhan sesuai dengan ayat tema acara yaitu Zakharia 4:6. Salam sukses dan Tuhan memberkati!

Who's Online

We have 108 guests and no members online